Bangli – Pada Selasa, 13 Januari 2026, ratusan umat Hindu dari Desa Adat Pulesari dan sekitarnya menggelar upacara Nyegara Gunung yang merupakan bagian dari rangkaian Upacara Dewa Yadnya Mamungkah. Kegiatan yang dilaksanakan di Pura Puseh Desa Adat Pulesari ini mendapatkan pengamanan ketat dari Babinsa Desa Peninjoan serta berbagai pihak terkait, untuk memastikan kelancaran jalannya ritual yang sakral ini.
Kegiatan Nyegara Gunung ini melibatkan perjalanan suci menuju sejumlah pura, antara lain Pura Ulun Danu Batur di Kintamani, Tirta Pul di Gianyar, dan Pura Samuan Tiga di Gianyar. Serka Made Suarnika, Babinsa Desa Peninjoan Koramil 1626-03/Tembuku, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk mencegah gangguan yang dapat menghambat jalannya upacara. “Kami ingin memastikan umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.
Lebih dari 500 warga setempat juga dilibatkan dalam menjaga ketertiban selama acara. Selain Babinsa, pengamanan melibatkan Bhabinkamtibmas dan pecalang Desa Adat Pulesari, serta dukungan dari Kelian Dinas Pulesari Kawan dan Kangin.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, memberikan apresiasi atas kerjasama antara TNI, Polri, pecalang, serta masyarakat dalam menjaga keamanan. “Pengamanan ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung kegiatan keagamaan serta pelestarian budaya Bali,” tegasnya. Dengan adanya pengamanan yang baik, diharapkan seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan aman dan lancar.



