Aceh Utara – Sertu Andre, anggota Babinsa dari Koramil 29/Langkahan, aktif menjalankan tugas pendampingan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Erflog dan PT Adi Dwi Putra di lokasi lapangan bola desa, yang dipilih demi kelancaran akses logistik serta pemantauan perkembangan pekerjaan secara efisien. Pada Minggu (8/2/2026), progres pembangunan menunjukkan angka 41 persen, dengan fokus utama pada perakitan rangka baja, pengecoran lantai, serta pemasangan dinding kasibot.
Di lapangan, para pekerja sedang berupaya untuk segera menutup struktur bangunan sebanyak 96 unit dengan lembaran dinding dan atap seng. Sinergi antara TNI dan pengawas lapangan, Hanif, menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas material bangunan yang digunakan. “Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti, sehingga masyarakat bisa segera menempati hunian yang layak ini,” ungkap Sertu Andre saat melakukan pemantauan pada tahap pemasangan rangka atap bersama tim teknis serta perangkat desa.
Ia menekankan bahwa setiap tahap, mulai dari pengecoran hingga pemasangan komponen bangunan, harus dipantau dengan cermat untuk menghindari kesalahan konstruksi yang dapat menghambat penyelesaian proyek. Secara keseluruhan, pengerjaan Huntara di Desa Alue Krak Kaye berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali. Diharapkan, kolaborasi yang kuat antara Babinsa, perusahaan, dan warga setempat dapat menyelesaikan seluruh unit hunian sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. “Kami ingin warga segera memiliki tempat berlindung yang nyaman agar mereka bisa menata kembali kehidupan sosial dan ekonominya pasca bencana,” pungkasnya menutup laporan tentang pembanguan tersebut.



