Babinsa Kawal Pelaksanaan Upacara Melasti di Pura Watu Klotok

Bangli – Dalam upaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Babinsa dari Kelurahan Cempaga, Serka I Nengah Artawan, bersama dengan Bhabinkamtibmas melaksanakan pengamanan serta pengawalan pada Upacara Adat Melasti yang berlangsung di Ida Sesuhunan Pura Merajan Saren Kauh, Banjar Adat Puri Bukit, menuju Pura Watu Klotok di Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026.

Upacara Melasti ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Adat Ngenteg Linggih mendem pedagingan, yang dipimpin oleh Ida Pedanda Putra Karang Griya Kanginan Brahmana Bukit dan dihadiri oleh kurang lebih 200 orang krama adat yang berpartisipasi dalam prosesi.

Pengamanan dan pengawalan dilakukan sejak awal perjalanan, melalui jalur yang dilalui hingga mencapai lokasi persembahyangan, bertujuan untuk memastikan setiap tahap kegiatan berlangsung dengan aman, teratur, dan lancar. Sinergi antara TNI dan Polri ini juga diperlukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta kemacetan lalu lintas selama prosesi berlangsung.

Serka I Nengah Artawan menegaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. “Kami berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan pengamanan terbaik demi kelancaran kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta prosesi yang ikut menyampaikan rasa terima kasih atas pengamanan yang dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran aparat tersebut membuatnya merasa lebih tenang selama jalannya acara di Pura Watu Klotok. “Kami sangat berterima kasih atas pengamanan dan pengawalan yang diberikan, sehingga prosesi Melasti dapat berjalan lancar dan khidmat tanpa adanya gangguan,” tuturnya.

Di lokasi terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pengamanan kegiatan adat adalah bagian dari tugas mereka dalam pembinaan teritorial TNI AD untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. “Setiap kegiatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan adat dan keagamaan, menjadi tanggung jawab aparat kewilayahan untuk memastikan pelaksanaannya aman dan lancar,” katanya.

Dandim juga menekankan bahwa TNI akan selalu ada di tengah masyarakat, bekerja sama dengan Polri dan pihak terkait lainnya dalam setiap kegiatan adat, keagamaan, dan sosial. “Kehadiran Babinsa bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Dengan pengamanan dan pengawalan yang dilakukan, seluruh rangkaian Upacara Melasti dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat, menjaga situasi wilayah tetap kondusif. “Kami berharap sinergi yang telah terjalin antara TNI, Polri, dan masyarakat dapat terus dipertahankan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai,” tutup Dandim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *