TNI Berkomitmen Membantu Masyarakat, Pengecatan SD Negeri 15 Babussalam Selesai 100 Persen

Aceh Utara – Upaya untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan karya bakti pengecatan di sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Prajurit TNI, bersama dengan unsur masyarakat setempat, melaksanakan pengecatan SD Negeri 15 Babussalam yang terletak di Desa Babussalam pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kegiatan ini mencerminkan kepedulian serta tanggung jawab sosial TNI terhadap fasilitas pendidikan yang terkena dampak bencana banjir, agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman dan aman.

Pelaksanaan karya bakti ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Babinsa, prajurit dari Yon Zipur, para tenaga pengajar, kepala desa (keuchik), serta masyarakat lokal. Kehadiran aparat teritorial bersama warga menggambarkan soliditas dan semangat gotong royong dalam pemulihan sarana pendidikan. Sebanyak 148 siswa SD Negeri 15 Babussalam menjadi penerima manfaat langsung dari kegiatan ini, di mana pengecatan difokuskan pada 13 ruang kelas yang sebelumnya terpengaruh banjir.

Dengan disiplin dan tanggung jawab tinggi, para personel melaksanakan tugas secara sistematis mulai dari membersihkan dinding hingga pelapisan cat akhir.

Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, progres pengerjaan mencapai 100 persen, dengan semua ruang kelas berhasil dicat ulang dengan hasil yang rapi dan sesuai standar. Lingkungan sekolah kini terlihat lebih bersih, terang, dan representatif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Hal ini diharapkan dapat mendorong motivasi siswa dalam menimba ilmu, sementara guru juga dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih nyaman.

Kegiatan karya bakti ini menegaskan peran TNI tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam membantu masyarakat di masa-masa sulit. Setiap sapuan kuas yang dilakukan oleh prajurit adalah simbol kepedulian dan dedikasi untuk masa depan generasi bangsa. Melalui aksi ini, TNI dan rakyat bersama-sama menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun kembali fasilitas pendidikan pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *