SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama dengan melaksanakan panen raya padi tadah hujan. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, pada Rabu (18/02/2026), dihadiri oleh Komandan Kodim 1420/Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I., dan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M.
Acara panen raya ini bukan hanya sekadar simbolis, tetapi merupakan langkah konkret dalam upaya mendukung Program Swasembada Pangan Nasional. Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan Bulog bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok beras nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar menyatakan bahwa Kodim 1420/Sidrap berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan sesuai perintah Mabes TNI AD. Ia mengungkapkan target penyerapan gabah secara nasional yang bisa mencapai 4 juta ton, bekerja sama dengan Bulog. “Untuk Sidrap, kami menargetkan cadangan beras setara ±200.000 ton gabah, atau sekitar 107 ton beras. Kami optimis target ini akan tercapai,” kata Dandim.
Bagi para petani, Pemkab Sidrap dan Bulog telah menetapkan harga gabah yang kompetitif, berkisar antara Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram. Kepala Cabang Bulog Sidrap, Irwan Faisal, mengimbau petani untuk memanfaatkan peluang ini.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyoroti potensi lahan produktif di Kelurahan Lakessi, yang mencapai lebih dari 160 hektar. Rata-rata, satu hektar lahan menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp73.000.000, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Sidrap kini tercatat sebagai penghasil padi tertinggi di Sulawesi Selatan, dan Pemkab berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pertanian seperti pompanisasi dan perbaikan irigasi. Kegiatan panen raya ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong dan Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, serta para penyuluh pertanian dan ketua kelompok tani di Kecamatan Maritengngae. Acara diakhiri dengan dialog bersama petani, di mana pemerintah daerah berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pupuk dan air irigasi dalam musim tanam mendatang.



