BOALEMO – Suara riuh rendah gotong royong memecah kesunyian di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo. Di bawah terik matahari yang menyengat, para prajurit dari Kodim 1316/Boalemo serta Yonif TP 915/Bitu’o tidak sedang memanggul senjata, melainkan memanggul batako dan mengaduk semen. Mereka tengah menjalankan misi kemanusiaan dalam bingkai TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Kamis (30/04/2026).
Fokus utama pengabdian kali ini adalah memugar wajah rumah milik Bapak Yansur Sumaila. Rumah yang dulunya berdiri dengan kondisi memprihatinkan, kini mulai menampakkan wujud barunya sebagai hunian yang lebih bermartabat.
Progres pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini telah menyentuh angka 30 persen. Jika sebelumnya Bapak Yansur harus berakrab ria dengan dinding kayu yang mulai lapuk dimakan usia, kini dinding batako yang kokoh mulai berdiri tegak mengelilingi rumahnya.
Setiap tumpukan batako yang disusun bukan sekadar material bangunan biasa. Di dalamnya terselip keringat dan semangat sinergi antara TNI dan rakyat yang tak terpisahkan.
Para personel Satgas bekerja bahu-membahu dengan warga setempat, memastikan setiap sudut bangunan memiliki konstruksi yang kuat untuk menopang masa depan keluarga penghuninya.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-128 Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., yang memimpin langsung operasi kemanusiaan ini, menegaskan bahwa bedah rumah ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.
“Bagi kami, membangun rumah adalah membangun fondasi peradaban sebuah keluarga. Rumah bukan sekadar tempat bernaung, tapi tempat di mana kualitas hidup dan karakter bangsa ini mulai dibentuk. Kami tidak ingin ada warga di Boalemo yang merasa sendirian dalam menghadapi kerasnya hidup. Hunian yang sehat adalah hak dasar yang harus diperjuangkan,” tegas Letkol Czi Wiratama.
Beliau juga menambahkan bahwa aspek kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan ini.
“Rumah ini dirancang dengan ventilasi yang cukup dan lantai yang bersih agar kesehatan keluarga Bapak Yansur terjaga. Kami membangun dengan standar kelayakan, bukan sekadar mengganti atap,” imbuhnya.
Gotong royong yang kembali menyala.
Tidak ada pembatas antara seragam loreng TNI dan warga yang berkaos oblong. Semua melebur dalam satu irama kerja—mengangkut material, memasang besi tulangan, hingga menyusun batako.
Kehadiran Satgas TMMD seolah menjadi jawaban atas doa-doa panjang warga yang selama ini terpaksa berdamai dengan kebocoran saat hujan turun. Program ini menjadi simbol bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi senjata paling ampuh dalam mempercepat pembangunan daerah.
Menuju Boalemo yang sejahtera.
Akselerasi pembangunan RTLH ini hanyalah satu dari rangkaian program strategis yang diusung oleh TMMD ke-128 di Kabupaten Boalemo. Dengan semangat yang tak kunjung padam, Letkol Czi Wiratama menyampaikan akan terus memacu pengerjaan hingga selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan sedikit pun.
“Upah tertinggi bagi seorang prajurit khususnya personel Satgas TMMD 128 di wilayah Boalemo adalah melihat rakyatnya hidup lebih makmur dan sejahtera,” pungkas Dansatgas dengan penuh optimisme.(1316).



