BOALEMO – Di sebuah sudut Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, deru pembangunan tak sekadar menjadi bising mesin, melainkan simfoni harapan. Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, yang terdiri dari barisan prajurit Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o, sedang menuliskan babak baru dalam sejarah kesejahteraan warga lokal. Fokus dunia tertuju pada sebuah transformasi fisik: perbaikan rumah milik Ibu Nina Ma’ruf. (Kamis 30/04/2026).
Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini kini telah memasuki fase krusial. Progres yang menyentuh angka 15 persen menandai dimulainya babak baru kehidupan Ibu Nina. Jika sebelumnya ia terbiasa dengan struktur bangunan yang rapuh dan mengkhawatirkan, kini galian fondasi yang kokoh mulai tertanam dalam, menjadi pijakan bagi hunian yang jauh lebih terhormat.
Membangun Kekuatan dari Struktur Bawah
Pengerjaan yang sedang berlangsung bukan sekadar rutinitas konstruksi. Para prajurit dengan cermat menyusun rangkaian besi tulangan dan memastikan galian fondasi memenuhi standar keamanan bangunan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kekuatan militer tidak hanya relevan di medan laga, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam membedah kesulitan ekonomi rakyat melalui pembangunan infrastruktur dasar.
Dansatgas TMMD ke-128 Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., dalam pantaunya prosesi “peletakan batu pertama” kehidupan baru ini, menekankan pentingnya rumah sebagai unit terkecil pembangunan bangsa.
“Kami memandang rumah sebagai episentrum dari kesejahteraan. Di sinilah kualitas hidup bermula. Proyek RTLH untuk Ibu Nina Ma’ruf ini adalah pesan nyata bahwa negara hadir, bahwa TNI ada untuk memanggul beban yang selama ini dirasakan rakyat sendirian. Kita sedang membangun lebih dari sekadar dinding; kita membangun martabat keluarga,” ujar Letkol Czi Wiratama dengan penuh wibawa.
Beliau menggarisbawahi bahwa setiap aspek teknis, mulai dari kedalaman fondasi hingga struktur bangunan nantinya, diperhitungkan dengan matang untuk memastikan rumah ini sehat dan berkelanjutan bagi penghuninya.
Momentum TMMD ke-128 di Boalemo menjadi saksi hidup kembalinya semangat komunal yang luar biasa. Di bawah sengatan mentari, tidak tampak garis pemisah antara prajurit Satgas TMMD ke-128 Boalemo yang tangguh dan warga desa yang bersahaja. Mereka berbagi keringat dalam irama gotong royong yang harmonis—saling estafet mengangkut material dan memastikan adukan semen siap tepat waktu.
Fenomena ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan mesin penggerak utama akselerasi pembangunan di wilayah pelosok Boalemo. Kehadiran Satgas di tengah pemukiman seolah menjadi penawar atas keraguan warga akan masa depan hunian mereka yang sebelumnya tak layak huni.
Optimisme Menuju Kemandirian Desa
Rehabilitasi rumah Ibu Nina hanyalah satu dari sekian banyak sasaran strategis yang dibidik dalam operasi TMMD kali ini. Letkol Czi Wiratama menegaskan bahwa target waktu yang ketat tidak akan menggoyahkan standar kualitas yang ditetapkan oleh satuannya.
“Kepuasan batin seorang prajurit tidak diukur dari bintang di pundak, melainkan dari senyum tulus warga saat mereka memasuki rumah yang layak dan nyaman. Itulah ‘gaji’ spiritual kami di Satgas TMMD 128 ini. Kami akan terus memacu ritme kerja agar kesejahteraan ini segera dirasakan secara utuh oleh masyarakat Boalemo,” tutup Letkol Czi Wiratama.
Kini, dari atas tanah Hutamonu yang mulai berbenah, harapan itu tidak lagi abstrak. Ia nyata, berbentuk fondasi yang kuat, dan siap menopang masa depan yang lebih cerah bagi setiap warga yang selama ini terpinggirkan.(1316).



