Upaya pencegahan kebakaran hutan terus diintensifkan di wilayah Kabupaten Gunung Mas melalui sosialisasi yang dipimpin oleh Tim Penyuluh Mabes TNI. Pertemuan yang digelar di Aula Kecamatan Tewah ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Fokus utamanya adalah meminimalisir potensi bencana asap yang sering melanda wilayah tersebut.
Delegasi Mabes TNI yang dipimpin oleh Brigjen TNI Zulkifli bersama beberapa perwira lainnya memberikan pengarahan mendalam mengenai regulasi dan ancaman pidana bagi pembakar lahan. Selain diskusi di aula, tim juga melakukan kunjungan langsung ke Desa Sumur Mas untuk menyebarluaskan materi larangan pembakaran hutan. Langkah jemput bola ini dilakukan agar pesan pencegahan sampai langsung ke warga di garis depan.
Ketua Tim menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan tugas kolektif seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, koordinasi antara Babinsa, kepolisian, dan kepala desa harus diperkuat guna mengawasi area yang rawan terbakar. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas bagi siapapun yang sengaja merusak ekosistem hutan dengan api.
Letkol Arm Danang Wahyu Utomo selaku Dandim 1018/Gms menyatakan dukungannya terhadap inisiatif monitoring ini sebagai sarana edukasi yang efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai deteksi dini, warga diharapkan segera melapor jika melihat indikasi kebakaran. Pola komunikasi yang cepat diharapkan mampu mencegah api meluas sebelum menjadi bencana besar.



