
PAMEKASAN – Terdapat kisah menarik di balik pelaksanaan TMMD ke-130 yang diadakan oleh Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu. Prada Egi, seorang anggota Satgas dari Batalyon Teritorial Pembangunan 539 Pamekasan yang berasal dari Kalimantan Utara, menemukan kesempatan untuk tidak hanya terjun dalam pembangunan fisik, tetapi juga mempelajari bahasa Madura.
Sejak bergabung dalam kegiatan TMMD, Prada Egi berusaha mengenal dan menggunakan sejumlah kosakata bahasa Madura ketika berkomunikasi dengan masyarakat di Dusun Kotalon. Awalnya, ia mengalami kesulitan berinteraksi karena minimnya pemahaman terhadap bahasa lokal tersebut.
Dengan bijak, ia mencatat kosakata sederhana yang sering digunakan dalam hubungannya dengan warga. Kata-kata seperti “mator sakalangkong” (terima kasih), “aeng” (air), dan “sengko'” (saya) sudah menjadi bagian dari komunikasinya sehari-hari.
“Saya tertawa ketika mengetahui bahwa menyatakan permintaan air itu cukup dengan kata ‘Menta Aeng’. Interaksi kami jadi lebih hangat dan akrab, dan pekerjaan pun terasa lebih ringan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan kedekatan antara prajurit dan masyarakat.
