Bangli – Dalam upaya mendukung inisiatif pemerintah di sektor kesehatan sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik, Babinsa Desa Yangapi dari Koramil 1626-03/Tembuku, Serda I Made Sibin Suputra, melakukan kegiatan pendampingan dan pemantauan di Posyandu Balita yang berlangsung di Balai Banjar Dinas Metra Tengah, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli pada Sabtu (21/02/2026).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Pembantu Desa Yangapi bekerja sama dengan para kader Posyandu Kenanga dari Banjar Dinas Metra Tengah. Sebanyak 35 balita hadir untuk menerima layanan kesehatan secara berkala.
Dalam kegiatan ini, turut hadir pula Bidan Desa Yangapi, Ade Leni, Keb, Kepala Dusun Metra Tengah, para kader Posyandu, serta ibu-ibu dan balita yang mengikuti kegiatan. Rangkaian acara meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, serta pemberian makanan tambahan seperti telur, bubur kacang hijau, dan vitamin yang semuanya bertujuan untuk mendukung kebutuhan gizi balita.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini, mencegah stunting, serta mendeteksi secara dini jika ada gangguan kesehatan pada balita.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Made Sibin Suputra menekankan bahwa kehadirannya menunjukkan dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat di daerah binaan. “Kami sebagai aparat kewilayahan siap mendukung setiap program pemerintah, terutama di bidang kesehatan. Posyandu ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan dengan optimal dan mencegah stunting,” tegasnya.
Di sisi lain, Dandim 1626/Bangli Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, melalui Danramil 1626-03/Tembuku, menambahkan bahwa Babinsa di jajaran Kodim 1626/Bangli terus bersinergi dengan tenaga kesehatan dan aparat desa guna mendukung program pemerintah. “Kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Kami berharap sinergi yang baik antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di wilayah ini,” ujarnya.



