ACEH BARAT — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali terpancar dari kegiatan pembangunan infrastruktur di Desa Ujung Nga, Kecamatan Samatiga. Dalam upaya memperkuat akses jalan dan memperlancar aliran irigasi, warga desa bersama Babinsa Koramil 09/Samatiga, Serda Haswin , bergotong royong membangun jembatan saluran air yang menjadi penghubung vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Senin (15/8/2025)
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol sinergi antara TNI dan rakyat. Serda Haswin, yang dikenal aktif dalam kegiatan teritorial, juga serta langsung dalam proses pembangunan—mulai dari transportasi material, pemasangan rangka besi , hingga pengadukan dan pengecoran beton. Kehadirannya di tengah warga bukan hanya sebagai pengawas, namun sebagai bagian dari tenaga kerja yang ikut merasakan semangat gotong royong.
“Kami sebagai Babinsa mempunyai tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu masyarakat , terutama dalam pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Jembatan ini akan memudahkan akses ke lahan pertanian dan memperlancar distribusi hasil panen,” ujar Serda Haswin.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Ujung Nga. Menurut Kepala Desa, pembangunan jembatan saluran air telah lama direncanakan, namun keterbatasan tenaga dan anggaran menjadi kendala utama. Kehadiran Babinsa dan dukungan dari Koramil 09/Samatiga menjadi dorongan besar bagi warga untuk memulai dan menyelesaikan pembangunan secara swadaya.
Selain fungsi irigasi, jembatan ini juga akan menjadi jalur penghubung antar dusun, mempermudah mobilitas warga, terutama saat musim hujan di mana akumulasi air sering menghambat aktivitas. Dengan struktur yang diperkuat rangka besi dan pengecoran beton, jembatan ini dirancang untuk tahan lama dan mampu menahan beban kendaraan ringan serta pejalan kaki.
Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda desa, yang juga dilibatkan dalam proses pembangunan. Mereka belajar tentang pentingnya kerja sama, teknik konstruksi sederhana, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi warisan budaya Aceh.
Pembangunan jembatan saluran air di Desa Ujung Nga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata. TNI tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang aktif dan peduli terhadap kebutuhan lokal.



