Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Bangli pada Minggu (18/1/2026) mengakibatkan tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku. Kejadian ini menimbulkan kerusakan signifikan pada pelinggih Pura keluarga milik I Nyoman Taman, seorang pegawai negeri sipil berusia 60 tahun. Tembok penyengker dan empat pelinggih tersebut tergerus ke jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Mengetahui insiden tersebut, Sertu Kadek Muliana selaku Babinsa Desa Jehem dari Koramil 1626-03/Tembuku, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan awal. Dalam penjelasannya, Muliana mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150.000.000.
Setelah pengecekan, Babinsa segera berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melaporkan kejadian ini kepada komando atas serta pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, menekankan pentingnya langkah antisipasi dalam menghadapi risiko bencana alam. Ia menyampaikan, “Kami telah memerintahkan jajaran Babinsa untuk meningkatkan pengawasan daerah rawan bencana dan berkoordinasi dengan pemerintah serta instansi terkait untuk mengidentifikasi titik-titik rawan serta melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban jiwa atau kerugian yang lebih besar.”
Kodim 1626/Bangli juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat dan melaporkan tanda-tanda potensi bencana kepada aparat setempat.



