Bangli – Perayaan Ibadah Natal Tahun 2025 di Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) Jemaat “Marga Rahayu” di Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, berlangsung dengan aman dan kondusif. Pengamanan untuk ibadah yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2025 ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta masyarakat sekitar, sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga keamanan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Bangli.
Kegiatan pengamanan dipimpin oleh Danramil 1626-01/Bangli, Kapten Cke I Komang Gita, dan Kasetpam Polres Bangli, AKP Ni Nyoman Padmawati. Mereka memimpin lebih dari 50 petugas yang berasal dari TNI, Polri, Banser, dan Pecalang, yang ditempatkan di titik-titik strategis di dalam maupun sekitar gereja guna memastikan ibadah berjalan lancar.
Ibadah Natal yang mengusung tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai” ini dihadiri oleh sekitar 100 jemaat dan dipimpin oleh Pendeta Komang Agus Juliawan, S.Si.Teol. Kegiatan dimulai dengan sambutan yang menggugah semangat, mendorong umat untuk merayakan damai dan kasih yang diajarkan Yesus Kristus.
Aparat pengamanan melakukan serangkaian langkah preventif, mulai dari sterilisasi area gereja, pengaturan lalu lintas, hingga pengawasan terhadap aktivitas jemaat. Semua langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi jemaat selama beribadah.
Kapten Komang Gita menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pengamanan ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial. “Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan agama,” ungkapnya.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara TNI, Polri, dan komponen masyarakat. Menurutnya, sinergi ini sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan damai.
Dengan tidak adanya gangguan keamanan selama berlangsungnya ibadah, jemaat menyampaikan terima kasih kepada semua petugas pengamanan yang telah berupaya keras demi kelancaran perayaan Natal ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bangli tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, terutama dalam perayaan hari-hari besar keagamaan.



