Aceh Utara – Keinginan masyarakat untuk memiliki akses transportasi yang lebih efisien antara wilayah kini sedang diwujudkan dengan proyek pembangunan jembatan apung di Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan Desa Sawang dengan sejumlah desa sekitarnya, termasuk Desa Gunci, Desa Kubu, Desa Lhok Cut, dan Desa Blang Cut, serta menjangkau Kecamatan Makmur di Kabupaten Bireuen. Proses pembangunan ini dimulai pada Rabu, 4 Februari 2026.
Proyek infrastruktur yang krusial ini melibatkan kerjasama antara personel Kodim 0103/Aceh Utara dan tim ahli dari Yonzipur 5/ABW. Sebanyak 30 orang personel dikerahkan untuk memastikan kualitas konstruksi jembatan tetap terjaga, aman dan kokoh saat digunakan oleh masyarakat di kawasan tersebut.
Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 16 persen. Fokus pengerjaan yang dilakukan oleh para prajurit termasuk perakitan rangka drum sebagai penyangga utama jembatan serta pemasangan drum-drum tersebut ke dalam rangka yang telah disiapkan dengan cermat di tepi aliran air.
Rencana kegiatan untuk ke depan akan melanjutkan perakitan rangka drum tambahan dan pemasangan drum penyangga di bagian rangka lainnya. Ketelitian dalam penyusunan rangka sangat penting agar jembatan dapat memiliki daya apung dan stabilitas yang baik sebelum penyelesaian akhir dilakukan.
Seluruh proses pembangunan jembatan apung di Kabupaten Aceh Utara berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala teknis yang berarti. Proyek ini diharapkan segera rampung untuk meningkatkan kelancaran transportasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan Aceh Utara dan Bireuen.



