Aceh Utara – TNI terus berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antar-desa dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung “Garuda” yang terletak di Desa Blang Teurakan. Jembatan ini berfungsi sebagai infrastruktur penting yang menghubungkan masyarakat Desa Blang Teurakan dengan Desa Lhok Bayu, Desa Lhok Gajah, serta Desa Krueng Baroh di Kecamatan Sawang. Proyek ini dimulai pada Selasa, 17 Februari 2026.
Pembangunan jembatan diharapkan dapat mengatasi masalah akses transportasi yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis serta dampak bencana yang pernah terjadi. Pelaksanaan proyek ini dipimpin oleh Satuan Yonzipur 5/ABW, yang melibatkan 25 personel terlatih, dengan dukungan dari 5 personel Kodim 0103/Aceh Utara dan pengawasan teknis dari Denzibang 2 IM serta Tim Asistensi Pusziad. Saat ini, para prajurit sedang fokus pada tahap pengelasan besi hollow yang bertujuan untuk memperkuat struktur utama jembatan.
Kerja sama antar satuan ini memberikan jaminan bahwa setiap langkah konstruksi dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis demi keamanan pengguna di masa mendatang. Sampai saat ini, progres pembangunan jembatan gantung tersebut telah mencapai angka 85%. Selain pengelasan, aktivis di lapangan juga melaksanakan pengisian bronjong untuk melindungi pondasi jembatan dari gerusan air sungai. Kecepatan progres ini adalah hasil dari dedikasi para prajurit yang bekerja keras di lapangan agar jembatan segera dapat digunakan oleh masyarakat.
Seluruh kegiatan saat ini berjalan dengan aman dan lancar, dengan rencana tahapan berikutnya meliputi penguatan sisa pengelasan dan perapian struktur. TNI melalui Satgas Jembatan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, sehingga akses distribusi logistik dan mobilitas sosial masyarakat Kecamatan Sawang dapat kembali optimal. “Kami menargetkan untuk menghadirkan jembatan yang kokoh agar perekonomian masyarakat pedalaman Aceh Utara dapat pulih kembali,” ungkap salah satu prajurit di lokasi.



