Bima — Proyek pembangunan KDKMP (Kawasan/Demplot Ketahanan dan Kemandirian Pangan Masyarakat) di Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikerjakan oleh Kodim 1608/Bima, telah mencapai tahap penyelesaian 100 persen.
Penyelesaian proyek ini menjadi bukti komitmen nyata Kodim 1608/Bima dalam mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di area binaan mereka. Pembangunan ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja sama antara anggota TNI dan masyarakat setempat yang saling bergotong royong.
Komandan Kodim 1608/Bima menyatakan bahwa pembangunan KDKMP Desa Dena merupakan upaya dari TNI untuk mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama di Kabupaten Bima.
“Kami berharap KDKMP yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai alat untuk mendukung kemandirian pangan, serta dapat meningkatkan produktivitas dalam sektor pertanian dan peternakan di Desa Dena,” ujarnya.
Selama pelaksanaan pembangunan, personel Kodim 1608/Bima dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan berbagai tugas, termasuk penyiapan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penataan fasilitas untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan.
Masyarakat Desa Dena menyambut positif selesainya proyek KDKMP ini dan berharap fasilitas yang ada dapat memberikan manfaat jangka panjang serta berfungsi sebagai pusat pengembangan kegiatan pertanian dan peternakan yang produktif.
Di samping sebagai sarana untuk ketahanan pangan, keberadaan KDKMP diharapkan dapat menjadi teladan bagi desa lain dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Kodim 1608/Bima bertekad untuk terus mendampingi dan membina masyarakat agar pemanfaatan KDKMP dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Dengan berakhirnya pembangunan KDKMP Desa Dena, diharapkan jalinan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin solid dan mampu mendorong terciptanya ketahanan wilayah melalui kemandirian pangan yang berkelanjutan.



