Gubernur dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Tinjau Titik Panas di Kotawaringin Timur

Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kotawaringin Timur mendapat perhatian serius dari jajaran petinggi Kalimantan Tengah. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur dan Kapolda Kalteng turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Dandim 1015/Sampit beserta jajaran Forkopimda setempat di Bandara H. Asan Sampit.

Dalam arahannya, Pangdam XXII/TB menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lahan masing-masing agar tidak terjadi kebakaran yang disengaja. Beliau mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan saat ini akan berdampak pada masa depan anak cucu. Oleh karena itu, kolaborasi antara personel TNI, Polri, dan masyarakat menjadi instrumen vital dalam menghadapi ancaman musim kemarau.

Kegiatan kunker ini tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup aspek kesejahteraan masyarakat dan petugas. Peninjauan pasar murah dan pemberian bingkisan kepada relawan menjadi simbol dukungan moral bagi mereka yang berjuang di lapangan. Hal ini diharapkan dapat membakar semangat para petugas Satgas Karhutla yang menghadapi medan berat di dalam hutan.

Letkol Inf Dwi Candra Setyawan selaku Dandim 1015/Sampit menyatakan bahwa seluruh jajarannya telah disiagakan di berbagai posko pantau. Pihak Kodim terus berkoordinasi dengan BPBD untuk mengatasi keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran. Dengan adanya dukungan dari pusat dan provinsi, diharapkan penanganan titik panas di Kotim bisa dilakukan secara lebih cepat dan efektif.