LABUAN BAJO — Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., selaku Pangkogabwilhan II, memberikan respons cepat terhadap bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Tindakan ini merupakan komitmen TNI dalam melawan bencana demi keselamatan masyarakat dan mendukung pemerintah setempat.
Setelah mendapatkan laporan mengenai dampak bencana, Pangkogabwilhan II langsung menginstruksikan anggotanya untuk meningkatkan kesiapan dan memperkuat kerjasama dengan instansi pemerintah daerah. Langkah-langkah seperti pemantauan dan pendataan segera dilakukan untuk memahami dampak dari bencana yang terjadi.
Pada 18 Agustus 2026, Pangkogabwilhan II dan timnya tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada pukul 10.30 WITA menggunakan pesawat Boeing 737-4U3. Mereka langsung menuju Nagekeo, Flores, untuk melihat secara langsung penanganan bencana yang mempengaruhi daerah tersebut.
Dalam kesempatan ini, Pangkogabwilhan II didampingi sejumlah pejabat penting TNI dan disambut oleh Gubernur NTT serta pejabat lainnya. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar dan efektif.



