CIANJUR – Komitmen terhadap perbaikan kehidupan warga serta kenyamanan tempat tinggal semakin terlihat dengan progres yang positif. Saat ini, renovasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi fokus program TNI AD sudah mencapai 41 persen. Proses pengerjaan kini dipusatkan pada penyelesaian dinding, plesteran, pengacian, dan perapian kerangka atap agar hunian terlihat lebih bagus dan kokoh, Rabu 29 Juli 2026.
Kendala yang terkait dengan jarak lokasi yang jauh mengharuskan semua personel dan warga saling bersinergi untuk mendistribusikan bahan bangunan. Upaya ini bertujuan untuk tetap memenuhi target waktu tanpa mengurangi mutu hasil akhir. Pengawasan yang ketat terus dilakukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan dengan aman, teratur, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Satgas menjelaskan pentingnya program ini. “Pembangunan rumah yang layak tidak hanya sebatas menyusun material, tetapi memberikan harapan dan kenyamanan kepada keluarga yang menerima manfaat. Meskipun akses ke lokasi menantang, kami berkomitmen untuk memberikan hasil yang optimal. Kami ingin setiap keluarga yang dibantu dapat hidup di tempat yang aman dari cuaca, sehat, dan bahagia bersama orang-orang terkasih,” tuturnya.



